Sajak ini ibarat untaian kata yang tak mampu diucap tapi rasa dan prasangkanya mampu menerobos keluar tanpa mampu dihadang. Jadi gambarkan sendiri perasaan anda melalui sajak ini.
Jumat, 26 Oktober 2012
Sajak Kenangan
Terangkai indah dalam sebuah paradoks tua Berisikan kisah masa lalu kita
Tergurai tangis, Tergurai tawa
Lingkaran persahabatan
Terbelenggu dalam kedamaian
Sayatan karena kebencian
Ingatkah kalian ?
Canda tawa bersemi indah dalam setiap harapan
Tetes air mata terlukis dalam setiap penyesalan
Terbingkai indah dalam hangatnya pertemanan
Meleleh sudah keegoisan diantara kita
Membeku sudah api pertengkaran kita
Membangunkan dari mimpi kegelapan kita semua
Kini tinta telah mengering dan tak mampu menorehkan prosa lagi
Prosa inikan kusimpan dalam sebuah kotak harapan
Dan ku ingat dalam setiap dimensi khayalan
Kan kubuka kotak ini dengan kunci kenangan
Pada gerbang masa depan
Wahai kawan....
Kita adalah bagian
Jahanam
Dibalik selimut sandiwara
Ditulis pada sebuah paradoks tua
Di gubuk tua yang hampir rata
Semua terasa fana
Terasa hampa
Terasa baka
Pedih dan punah
Tersayat ribuan belati
Tertusuk dan nyaris mati
Itulah kami yang selalu merintih
Perih......
Pedih.....
Suasana terlihat gaduh
Rintihan hati yang kian hari kian menderu
Bak fatamorgana yang terasa semu
Tulang terkoyak dan hampir hancur
Darah terus meleleh dan deras mengucur
Tatapan mata yang nyaris kabur
Mana sinar harapan yang kita damba bersama ?
Mana Kedamaian yang dulu kita jaga ?
Sudah matikah ?
Sudah runtuhkah ?
Atau hilang ditelan bumi
?
Atau hilang diserap jahatnya ombak laut?
Hei jahanam....
Bila kau punya akal, sadarlah.....
Bila kau punya hati, bangunlah.....
Dan bila kau memang hina tetaplah tidur dalam kehinaanmu
Dan bila kau memang bodoh tetaplah hancur dalam mimpimu
Dan bila kau memang lemah tetaplah dalam ocehan yang kian
hari kian menghancurkanmu
Dan inilah auman hatiku.....
Rabu, 24 Oktober 2012
Jatuh
Bunga itu telah jatuh
Bunga itu sudah tak berbau
Pasir cinta telah terkikis dan hampir tipis
Melodi hatipun semakin miris
Sandiwara manusia sudah semakin tragis dan penuh tangis
Hati ini mencari dimana letak nada hati
dimana suara penuh arti
Dimana makna sakit hati
Aku ini sakit ...
dan semua terlihat pahit dan sulit
Aku ini lelah
Semua terlihat layaknya sampah
Aku ini marah
Tapi hidupku layak kotornya darah
Mengalir dan dibuang
Menetes dan terdengar sumbang
Sekian...
Aku menyerah ...
Kuakhiri tanpa nada
Darahku sudah lemah dan tak berdaya
Bunga itu sudah tak berbau
Pasir cinta telah terkikis dan hampir tipis
Melodi hatipun semakin miris
Sandiwara manusia sudah semakin tragis dan penuh tangis
Hati ini mencari dimana letak nada hati
dimana suara penuh arti
Dimana makna sakit hati
Aku ini sakit ...
dan semua terlihat pahit dan sulit
Aku ini lelah
Semua terlihat layaknya sampah
Aku ini marah
Tapi hidupku layak kotornya darah
Mengalir dan dibuang
Menetes dan terdengar sumbang
Sekian...
Aku menyerah ...
Kuakhiri tanpa nada
Darahku sudah lemah dan tak berdaya
Langganan:
Postingan (Atom)



