Selasa, 11 Desember 2012

Bukan

Kamu....?
Sepertinya bukan
Dia.....?
Tapi juga bukan...
Aku....?
Ya..., Aku berdiri di ujung keberanian

Aku berdiri tanpa beban
Karena hanya bersandar pada kejenuhan
Tapi aku bukan setan
Yang berdiri di bukit kedengkian
Bahkan aku tak patut jadi makhluk tuhan
Karena hidup layaknya hembusan

Ibarat kayu itu rapuh
Ibarat benda itu debu
Ibarat tanaman itu layu

Bukan tawa ceria yang kunanti
Tapi auman hati yang kian hari kian tragis
Pasir keberanian pun telah terkikis
Cairan mata kian hari kian habis

Bukan tangis yang kunanti
Bukan emosi yang kucari
Bukan pula kematian yang harus menepi

Kemana pergi gelak tawa itu ?
Kemana pergi tangis haru ?
Kemana pergi senyum manis itu ?
Kemana perginya semua masa lalu ?
Kembalilah padaku ....!

Bukan pada mereka ...
Bukan pada dia...
Bukan pada anda
Tapi padaku....
Ya aku.... Yang selalu rindu akan semua itu











Jumat, 26 Oktober 2012

Sajak Kenangan


Terangkai indah dalam sebuah paradoks tua Berisikan kisah masa lalu kita
Tergurai tangis, Tergurai tawa
Lingkaran persahabatan
Terbelenggu dalam kedamaian
Sayatan karena kebencian
Ingatkah kalian ?

Canda tawa bersemi indah dalam setiap harapan
Tetes air mata terlukis dalam setiap penyesalan
Terbingkai indah dalam hangatnya pertemanan


Meleleh sudah keegoisan diantara kita
Membeku sudah api pertengkaran kita
Membangunkan dari mimpi kegelapan kita semua



Kini tinta telah mengering dan tak mampu menorehkan prosa lagi
Prosa inikan kusimpan dalam sebuah kotak harapan
Dan ku ingat dalam setiap dimensi khayalan
Kan kubuka kotak ini dengan kunci kenangan
Pada gerbang masa depan

Wahai kawan....
Kita adalah bagian












Jahanam



Dibalik selimut  sandiwara
Ditulis pada sebuah paradoks tua
Di gubuk tua yang hampir rata 
Semua terasa fana
Terasa hampa
Terasa baka
Pedih dan punah

Tersayat ribuan belati
Tertusuk dan nyaris mati
Itulah kami yang selalu merintih
Perih......
Pedih.....

Suasana terlihat gaduh
Auman malam semakin bergemuruh
Rintihan hati yang kian hari kian menderu
Bak fatamorgana yang terasa semu

Tulang terkoyak dan hampir hancur
Darah terus meleleh dan deras mengucur
Tatapan mata yang nyaris kabur

Mana sinar harapan yang kita damba bersama  ?
Mana Kedamaian yang dulu kita jaga ?
Sudah matikah ?
Sudah runtuhkah ?
Atau hilang ditelan bumi  ?
Atau hilang diserap jahatnya ombak laut?

Hei jahanam....
Bila kau punya akal, sadarlah.....
Bila kau punya hati, bangunlah.....

Dan bila kau memang hina tetaplah tidur dalam kehinaanmu
Dan bila kau memang bodoh tetaplah hancur dalam mimpimu
Dan bila kau memang lemah tetaplah dalam ocehan yang kian hari kian menghancurkanmu
Dan inilah auman hatiku.....


Rabu, 24 Oktober 2012

Jatuh

Bunga itu telah jatuh
Bunga itu sudah tak berbau

Pasir cinta telah terkikis dan hampir tipis
Melodi hatipun semakin miris
Sandiwara manusia sudah semakin tragis dan penuh tangis

Hati ini mencari dimana letak nada hati
dimana suara penuh arti
Dimana makna sakit hati


Aku ini sakit ...
dan semua terlihat pahit dan sulit
Aku ini lelah
Semua terlihat layaknya sampah
Aku ini marah
Tapi hidupku layak kotornya darah

Mengalir dan dibuang
Menetes dan terdengar sumbang

Sekian...
Aku menyerah ...
Kuakhiri tanpa nada
Darahku sudah lemah dan tak berdaya